Tokutei Ginou Dihapus? Ini Fakta & Berita Terbarunya di Jepang

Program Tokutei Ginou atau Specified Skilled Worker (SSW) tidak dihapus. Per 28 Agustus 2026, situs resmi SSW Jepang masih memuat informasi ujian, bidang kerja, prosedur pengajuan, dan dukungan bagi pekerja asing.

Program yang akan digantikan adalah Technical Intern Training Program (技能実習/TITP). Berdasarkan perubahan undang-undang Jepang, program tersebut akan beralih ke sistem Ikusei Shuro (育成就労) mulai 1 April 2027. Tokutei Ginou tetap menjadi jalur kerja tersendiri, meskipun aturan SSW dan kuota penerimaan juga akan ditata ulang.

 

Program Tokutei Ginou tidak dihapus. Per 28 Agustus 2026, status Specified Skilled Worker atau SSW masih menjadi salah satu jalur kerja resmi bagi tenaga asing di Jepang. Situs resmi SSW Jepang juga masih menyediakan informasi mengenai ujian, bidang kerja, prosedur pengajuan, dan dukungan bagi pekerja asing.

Kabar tentang “program kerja Jepang yang dihapus” sebenarnya merujuk pada Technical Intern Training Program (技能実習/TITP). Program tersebut akan digantikan oleh sistem Ikusei Shuro (育成就労) mulai 1 April 2027. Lalu, apa perbedaan ketiga program tersebut dan bagaimana peluang kerja bagi calon pekerja Indonesia?

 

Apakah Program Tokutei Ginou Dihapus?

Pemerintah Jepang tidak menghapus program Tokutei Ginou (特定技能) karena program ini merupakan status of residence (status tinggal resmi untuk bekerja) di Jepang yang ditujukan bagi tenaga asing profesional untuk bekerja di bidang industri tertentu yang mengalami kekurangan tenaga kerja.

Per 28 Agustus 2026, situs resmi SSW Jepang terus mempublikasikan pembaruan terkait prosedur pengajuan, dukungan perusahaan, serta jadwal evaluasi keterampilan. Perlu Hunters pahami, perubahan kebijakan imigrasi Jepang yang mulai efektif pada 1 April 2027 tidak serta-merta menghentikan status tinggal SSW.

Pemerintah Jepang hanya menata ulang sistem penerimaan dari jalur pemagangan awal menuju jalur tenaga kerja berketerampilan. Selain itu istilah “visa Tokutei Ginou” yang sering digunakan dalam percakapan sehari-hari sebenarnya merujuk ke istilah resmi status of residence, yaitu status tinggal yang mengizinkan seseorang melakukan pekerjaan tertentu di Jepang.

 

Program Apa yang Sebenarnya Diganti Jepang?

Agar Hunters tidak salah paham dengan regulasi terbaru ini, simak penjelasan di bawah untuk memahami program mana yang diganti beserta dampaknya bagi kamu yang sudah berada di sana.

Technical Intern Training Program atau Ginou Jisshu

Program yang resmi digantikan oleh pemerintah Jepang adalah Technical Intern Training Program (技能実習/TITP) atau biasa kita kenal dengan sebutan program magang (Ginou Jisshu). Secara historis, TITP dibentuk untuk transfer teknologi dan kerja sama internasional.

Namun dalam praktiknya, program ini menuai banyak kritik internasional terkait hak perlindungan pekerja, pembatasan pindah kerja yang sangat ketat, hingga ketidaksesuaian tujuan pelatihan. Untuk menyikapi hal tersebut, Jepang mengesahkan revisi Undang-Undang Imigrasi pada Juni 2024.

Melalui revisi ini, Jepang menghapus sistem TITP dan menggantikannya dengan sistem Ikusei Shuro yang mulai berlaku penuh pada 1 April 2027. Dengan begityu, perubahan ini tidak berarti seluruh peserta TITP yang sudah berada di Jepang langsung dibatalkan.

Apa yang Terjadi pada Peserta TITP yang Sudah Berada di Jepang?

Jika saat ini Hunters sedang menjalani program TITP di Jepang, Hunters tidak perlu panik karena pengalihan ke sistem baru tidak membatalkan masa tinggal peserta yang sedang berjalan secara otomatis. Peserta yang berada di Jepang pada 1 April 2027 dapat melanjutkan kegiatan sesuai dengan rencana kerja yang telah disetujui.

Selain itu, peserta TITP1 tetap berkesempatan untuk berpindah ke jenjang TITP2 selama mampu memenuhi seluruh ketentuan transisi yang berlaku. Bagi Hunters yang ingin melanjutkan perpindahan ke tahap TITP3, pemerintah Jepang menetapkan sejumlah persyaratan khusus dan evaluasi tambahan.

Sementara itu, peserta TITP2 yang berhasil menyelesaikan program dengan kinerja baik masih bisa beralih ke status SSW1 sepanjang bidang pekerjaannya saling berkaitan. Kebijakan transisi ini hadir untuk memastikan hak serta kepastian karier para pekerja asing tetap terlindungi secara optimal di tengah perubahan sistem.

Apa Itu Tokutei Ginou atau Specified Skilled Worker?

Tokutei Ginou adalah status untuk program kerja profesional, bukan hanya sekadar program pemagangan atau pelatihan dasar. Dalam bahasa Inggris, Tokutei Ginou disebut sebagai Specified Skilled Worker (SSW) yang terbagi menjadi dua tingkatan utama, yaitu SSW1 dan SSW2.

Perbedaan SSW1 dan SSW2

Berikut berbagai perbedaan aspek SSW1 dan SSW 2 beserta penjelasan singkatnya yang perlu Hunters ketahui:

Aspek Tokutei Ginou 1/SSW1 Tokutei Ginou 2/SSW2
Level keterampilan Keterampilan kerja yang dibutuhkan untuk langsung bekerja Keterampilan yang lebih tinggi dan spesialis
Masa tinggal Maksimal lima tahun secara prinsip Tidak ada batas atas masa tinggal selama memenuhi ketentuan
Keluarga Tidak dapat membawa keluarga Dapat membawa keluarga sesuai ketentuan
Bahasa dan tes Umumnya tes keterampilan serta JFT-Basic atau JLPT N4 ke atas Persyaratan keterampilan lebih tinggi dan spesifik bidang
Dukungan Perusahaan wajib memberikan dukungan; dapat menggunakan registered support organization Mengikuti ketentuan dukungan dan status yang berlaku
Tujuan Memenuhi kebutuhan tenaga kerja Jepang Jalur kerja dengan keterampilan lebih tinggi dan jangka panjang

aaaaa

Baca Juga: Panduan Lengkap Bekerja di Jepang dengan Tokutei Ginou

 

Daftar Bidang Kerja SSW1 yang Tercantum pada Halaman Resmi

Sesuai rincian data resmi Immigration Services Agency of Japan dan portal SSW terbaru, cakupan SSW1 melingkupi 19 bidang industri berikut:

  1. Nursing Care
  2. Building Cleaning Management
  3. Construction
  4. Industrial Product Manufacturing
  5. Shipbuilding and Ship Machinery Industries
  6. Automobile Repair and Maintenance
  7. Aviation
  8. Accommodation
  9. Automobile Transportation Business
  10. Railway
  11. Agriculture
  12. Fishery and Aquaculture
  13. Food and Beverage Manufacturing
  14. Food Service (belum menerima pendaftaran baru)
  15. Forestry
  16. Wood Industry
  17. Resource Recycling
  18. Linen Services
  19. Logistics Warehouse

Catatan: Tiga bidang SSW1 terbaru memiliki halaman detail yang masih dikembangkan sehingga perlu Hunters periksa secara berkala.

Berbagai Bidang Kerja SSW2 yang Terdapat di Situs Resmi

Sedikit berbeda dari SSW1, saat ini status SSW2 membuka 11 bidang inustri dengan keterampilan tingkat lanjut sebagai berikut:

  • Building Cleaning Management
  • Construction
  • Industrial Product Manufacturing
  • Shipbuilding and Ship Machinery Industries
  • Automobile Repair and Maintenance
  • Aviation
  • Accommodation
  • Agriculture
  • Fishery and Aquaculture
  • Food and Beverage Manufacturing
  • Food Service (belum menerima pendaftaran baru)

Catatan: Hunters dapat melakukan pengecekan secara berkala terkait status penerimaan per bidang dan tanggal publikasi.

Syarat Umum Pengajuan SSW1

Untuk melamar status SSW1, Hunters perlu memenuhi beberapa kriteria dasar berikut:

  • Lulus tes keterampilan sesuai bidang.
  • Lulus JFT-Basic atau JLPT N4 ke atas secara umum.
  • Bidang tertentu seperti pengemudi taksi, bus, dan pekerjaan operasi kereta dapat mensyaratkan JLPT N3 atau lebih tinggi.
  • Bidang nursing care memerlukan tes bahasa Jepang khusus perawatan selain persyaratan umum.
  • Peserta TITP2 yang menyelesaikan program dengan baik dapat memperoleh pengecualian tes dalam kondisi tertentu. Jika berpindah bidang, tes keterampilan bidang baru tetap dapat diperlukan.
  • Setelah memperoleh kontrak kerja, calon pekerja mengajukan status tinggal sesuai prosedur imigrasi.

 

Mau Kerja ke Jepang tapi Bingung Memilih Jalur yang Tepat?

Tokutei Ginou, Ikusei Shuro, dan aturan transisi TITP memiliki persyaratan yang berbeda. Work Abroad Academy by Schoters dapat membantu Hunters mempersiapkan bahasa Jepang, tes keterampilan, dokumen, CV, interview, hingga memahami jalur kerja yang sesuai dengan profilmu.

WorkAbroad berperan sebagai lembaga persiapan dan pendampingan. Persetujuan visa, penerimaan kerja, dan keberangkatan tetap mengikuti persyaratan resmi pemerintah Jepang serta pihak pemberi kerja.

Klik tombol di bawah ini dan tanyakan apa saja 👇

Program Tokutei Ginou Dihapus - Button

 

Apa Itu Ikusei Shuro?

Ikusei Shuro (育成就労) merupakan sistem baru yang menggabungkan konsep pengembangan keterampilan (pelatihan) dengan perlindungan hak tenaga kerja. Program ini mulai berlaku pada 1 April 2027 nanti yang bertujuan untuk mengembangkan tenaga kerja di sektor yang kekurangan pekerjaan.

Target dari Ikusei Shuro adalah menciptakan keterampilan tenaga kerja profesional yang setara dengan program Tokutei Ginou 1 (SSW1). Masa kerja dan pelatihan program baru ini akan berlangsung selama tiga tahun tanpa mensyaratkan kemampuan bahasa Jepang tertentu saat masuk.

Walaupun begitu, Hunters perlu mengetahui hal-hal berikut sebelum mengikuti program ini:

  • Sebelum mulai bekerja, Hunters perlu memiliki kemampuan bahasa Jepang setara A1 melalui tes atau menyelesaikan pelatihan A1 minimal 100 jam.
  • Target bahasa Jepang umumnya A2 dalam tiga tahun.
  • Keluarga pada prinsipnya tidak dapat ikut.
  • Tiap bidang dapat menetapkan persyaratan dengan standar yang lebih tinggi.
  • Persyaratan “pengalaman kerja sebelumnya” dan “wajib bekerja di negara asal setelah pulang” seperti pada sistem lama tidak lagi menjadi syarat umum Ikusei Shuro.

Apakah Peserta Ikusei Otomatis Menjadi Tokutei Ginou?

Sayangnya, tidak. Hunters tetap harus memenuhi syarat-syarat berikut untuk naik tingkat menjadi peserta Tokutei Ginou 1 (SSW1):

  • Tes keterampilan, seperti Skill Test Level 3 atau SSW1 Evaluation Test.
  • Tes bahasa Jepang setara A2, misalnya JLPT N4 atau tes yang diakui setara.
  • Ketentuan bidang dan masa kerja yang berlaku.
  • Persyaratan administratif serta status tinggal.

Jika gagal tes, terdapat kebijakan yang memungkinkan masa tinggal dilanjutkan secara terbatas hingga maksimal satu tahun dalam kondisi tertentu.

Apakah Peserta Ikusei Boleh Pindah Perusahaan?

Berbeda dengan sistem TITP lama yang sangat mengekang, sistem Ikusei Shuro mengizinkan peserta untuk berpindah perusahaan (job-change). Hanya saja, terdapat syarat-syarat tertentu untuk melakuklan hal tersebut.

  • Perpindahan umumnya hanya dalam bidang atau kategori pekerjaan yang sama.
  • Ada masa pembatasan pindah sekitar satu hingga dua tahun sesuai kebijakan bidang.
  • Peserta harus memenuhi kemampuan keterampilan dan bahasa yang ditentukan.
  • Tidak boleh menggunakan jasa penempatan swasta dalam proses perpindahan tertentu.
  • Perusahaan tujuan harus memenuhi kriteria yang ditetapkan.
  • Ketentuan final dapat berbeda berdasarkan kebijakan masing-masing sektor.

 

Baca Juga: Apa itu Ikusei Shuro & Bagaimana Cara Mendaftarnya?

 

Perbedaan TITP, Ikusei Shuro, dan Tokutei Ginou

Agar Hunters bisa membedakan ketiga jalur ini dengan mudah, perhatikan tabel perbandingan ringkas berikut:

Aspek TITP Ikusei Shuro Tokutei Ginou 1 Tokutei Ginou 2
Status pada 2026 Masih berlaku bagi peserta lama dan berada dalam masa transisi Belum menerima pekerja secara operasional penuh Masih aktif Masih aktif
Mulai berlaku Sistem lama 1 April 2027 Sudah berlaku Sudah berlaku
Tujuan utama Transfer keterampilan dan kerja sama internasional Pengembangan dan pengamanan tenaga kerja Jepang Mempekerjakan tenaga asing yang sudah memiliki keterampilan tertentu Mempekerjakan tenaga dengan keterampilan lebih tinggi
Keterampilan saat masuk Mengikuti program pelatihan Tidak diwajibkan saat masuk Harus memenuhi tes atau pengecualian yang berlaku Memerlukan tingkat keterampilan lebih tinggi
Durasi Mengikuti status TITP dan aturan transisi Tiga tahun secara prinsip Maksimal lima tahun secara prinsip Tidak ada batas atas masa tinggal
Jalur lanjutan Dapat berhubungan dengan SSW1 dalam kondisi tertentu Ditujukan menuju SSW1 Dapat menjadi jalur menuju SSW2 Jalur kerja jangka panjang
Pindah perusahaan Sangat terbatas Dapat dilakukan dengan persyaratan tertentu Dapat dilakukan mengikuti prosedur status tinggal Mengikuti ketentuan status dan bidang
Keluarga Cek aturan transisi masing-masing peserta Pada prinsipnya tidak Tidak Dapat, sesuai ketentuan

Catatan penting:

Ikusei Shuro bukan pengganti langsung Tokutei Ginou. Ikusei Shuro menggantikan TITP dan dirancang sebagai jalur pembentukan tenaga kerja menuju SSW1.

 

Kapan Perubahan Program Kerja Jepang Mulai Berlaku?

Perubahan kebijakan yang dilakukan oleh Immigration Services Agency of Japan umunmya berjalan sesuai dengan timeline resmi berikut:

Tanggal Peristiwa Implikasi
14 Juni 2024 Perubahan undang-undang disahkan Dasar hukum sistem baru ditetapkan
21 Juni 2024 Undang-undang diundangkan Penggantian TITP memiliki dasar hukum resmi
23 Januari 2026 Kebijakan dasar dan kebijakan sektoral diputuskan Bidang dan kategori kerja mulai dirinci
15 April 2026 Pengajuan izin supervising support organization dibuka Berlaku untuk organisasi terkait
27 Juli 2026 Ringkasan Ikusei Shuro versi Juli 2026 diterbitkan Gunakan dokumen terbaru saat menulis
5 Agustus 2026 Operational guidelines diperbarui Detail teknis masih dapat berkembang
1 September 2026 Pengajuan sertifikasi rencana Ikusei Shuro dibuka Ini merupakan proses organisasi, bukan pendaftaran individu
1 April 2027 Ikusei Shuro mulai menerima pekerja Revisi sistem SSW juga mulai diberlakukan

aaaa

Apakah Tokutei Ginou Akan Dibatasi pada 2027?

Pemerintah Jepang menetapkan batas maksimum penerimaan (projected quota) pekerja asing hingga akhir tahun fiskal 2028 demi menjaga keseimbangan pasar kerja domestik. Berikut angka perhitungan resmi yang tercantum dalam dokumen FAQ resmi:

  • SSW1: 805.700 pekerja asing
  • Ikuesi Shuro: 426.200 pekerja asing
  • Target total: 1,23 juta pekerja asing

Angka di atas merupakan jumlah maksimum/proyeksi penerimaan, bukan tambahan otomatis di luar jumlah pekerja yang sudah tinggal di Jepang. Jika jumlah pekerja aktif pada sektor tertentu telah mendekati kuota maksimal, otoritas imigrasi Jepang dapat menghentikan sementara penerbitan Certificate of Eligibility (COE) atau sertifikasi rencana baru untuk sektor tersebut.

Namun, pembatasan kuota ini tidak mengganggu perpanjangan masa tinggal pekerja yang sudah berada di Jepang karena tidak otomatis ditolak karena tidak menambah jumlah penduduk baru. Untuk status pembukaan pekerjaan sendiri harus dicek per bidang karena tidak semua sektor memiliki kondisi penerimaan yang sama.

 

Jalur Mana yang Relevan bagi Calon Pekerja Indonesia?

Pilihan jalur kerja di Jepang tergantung pada kondisi persiapan yang Hunters miliki saat ini. Sebagai tolok ukur untuk mengambil keputusan, Hunters dapat melihat tabel di bawah ini:

Kondisi calon pekerja Jalur yang dapat dipertimbangkan Catatan
Sudah memiliki bahasa Jepang dan lulus tes keterampilan SSW1 langsung Tetap membutuhkan kontrak kerja dan proses status tinggal
Belum memiliki keterampilan dan bahasa Jepang Ikusei Shuro setelah sistem berlaku Tergantung bidang, negara, MOC, dan organisasi yang memenuhi syarat
Sedang menjalani TITP Mengikuti aturan transisi Peserta lama tidak otomatis dibatalkan
Alumni TITP2 SSW1 dalam kondisi tertentu Pengecualian tes mengikuti aturan yang berlaku dan relevansi bidang
Memiliki keterampilan lebih tinggi dan pengalaman relevan SSW2 Persyaratan sangat bergantung pada bidang

aaaa

Catatan Khusus untuk WNI

Halaman resmi Jepang mengenai SSW Indonesia menyebut MOC dengan Indonesia diperpanjang selama enam bulan mulai 25 Juni 2026. Selain itu, halaman tersebut juga menyebutkan penggunaan P3MI untuk SSW bersifat opsional, tetapi calon pekerja tetap perlu memeriksa legalitas pihak yang merekrut dan prosedur Indonesia terbaru.

Pada dokumen rincian MoC Ikusei Shuro per 30 Juli 2026, negara yang sudah tercantum dalam kesepakatan resmi adalah Uzbekistan, Sri Lanka, dan Thailand. Indonesia belum tercantum pada daftar pembaruan tanggal tersebut. Oleh karena itu, pastikan Hunters tidak tergesa-gesa mendaftar program Ikusei Shuro sebelum dokumen kesepakatan bilateral Indonesia-Jepang diresmikan.

 

Apa yang Perlu Dipersiapkan Mulai Sekarang?

Walaupun kebijakan-kebijakan mengenai program-program tersebut belum sepenuhnya rampung hingga 2027, Hunters perlu menyiapkan diri dan berbagai persyaratan yang diperlukan.angan menunggu hingga aturan berubah pada 2027. Berikut checklist persiapan praktis yang bisa kamu jalankan:

  • Tentukan bidang kerja yang ingin dituju.
  • Cek apakah bidang tersebut tersedia dalam SSW atau Ikusei Shuro.
  • Pelajari persyaratan bahasa Jepang.
  • Persiapkan JFT-Basic atau JLPT sesuai kebutuhan.
  • Pelajari materi tes keterampilan bidang.
  • Siapkan paspor dan dokumen pendidikan.
  • Buat CV yang sesuai standar lamaran kerja Jepang.
  • Latihan interview dan komunikasi kerja.
  • Cek kontrak, gaji, lokasi kerja, jam kerja, dan biaya secara tertulis.
  • Verifikasi perusahaan, lembaga penyalur, dan jalur perekrutan.
  • Pantau pengumuman resmi ISA, MOJ, OTIT, Kedutaan Jepang, dan otoritas Indonesia.
  • Jangan membayar biaya besar sebelum memahami dasar hukum dan rincian layanan.

 

Mulai Persiapan Tokutei Ginou ke Jepang

Ingin bekerja di Jepang melalui jalur yang sesuai dengan kemampuanmu? Mulai dari belajar bahasa Jepang, memahami tes keterampilan, menyiapkan dokumen, hingga berlatih interview bersama mentor WorkAbroad.

Program Tokutei Ginou Dihapus - Banner

 

FAQ

Apakah Tokutei Ginou benar-benar dihapus?

Tidak. Tokutei Ginou atau Specified Skilled Worker masih menjadi status kerja resmi di Jepang. Program yang akan digantikan mulai 1 April 2027 adalah Technical Intern Training Program, bukan Tokutei Ginou.

Program apa yang menggantikan magang Jepang?

Technical Intern Training Program atau Ginou Jisshu akan digantikan oleh Ikusei Shuro. Sistem baru ini bertujuan mengembangkan tenaga kerja melalui kerja selama tiga tahun dan mengarahkan peserta menuju tingkat keterampilan SSW1.

Kapan Ikusei Shuro mulai berlaku?

Ikusei Shuro dijadwalkan mulai berlaku pada 1 April 2027. Beberapa proses untuk organisasi, seperti pengajuan sertifikasi rencana, dapat dilakukan lebih awal mulai 1 September 2026.

Apa perbedaan Tokutei Ginou dan Ikusei Shuro?

Tokutei Ginou ditujukan bagi pekerja yang sudah memiliki keterampilan tertentu dan siap bekerja. Ikusei Shuro ditujukan untuk mengembangkan tenaga kerja selama tiga tahun hingga mencapai tingkat keterampilan yang diperlukan untuk SSW1.

Apakah peserta Ikusei Shuro otomatis mendapatkan Tokutei Ginou?

Tidak. Peserta tetap perlu memenuhi tes keterampilan, kemampuan bahasa Jepang, masa kerja, dan persyaratan administratif yang ditentukan. Kelulusan Ikusei Shuro tidak sama dengan jaminan memperoleh SSW1.

Apakah Ikusei Shuro membutuhkan bahasa Jepang?

Tidak ada persyaratan keterampilan atau bahasa Jepang tertentu saat masuk. Namun, sebelum mulai bekerja, peserta perlu memiliki kemampuan setara A1 melalui tes atau pelatihan bahasa minimal 100 jam, lalu mencapai target A2 secara bertahap.

Apakah peserta Ikusei Shuro bisa pindah perusahaan?

Bisa dalam kondisi tertentu. Perpindahan biasanya harus dilakukan dalam kategori pekerjaan yang sama, setelah melewati masa pembatasan, memenuhi syarat bahasa dan keterampilan, serta menuju perusahaan yang memenuhi kriteria resmi.

Apa syarat umum Tokutei Ginou 1?

Umumnya calon pekerja perlu lulus tes keterampilan bidang dan tes bahasa Jepang seperti JFT-Basic atau JLPT N4 ke atas. Beberapa bidang memiliki syarat lebih tinggi, misalnya JLPT N3 atau tes bahasa khusus.

Apakah Tokutei Ginou akan dibatasi pada 2027?

Pemerintah Jepang menetapkan batas penerimaan per bidang. Jika jumlah pekerja baru diperkirakan melampaui batas, penerbitan COE atau sertifikasi rencana baru dapat dihentikan sementara. Hal ini berbeda dari penghapusan Tokutei Ginou.

Apakah WNI bisa mendaftar Ikusei Shuro?

Statusnya harus dicek kembali sebelum mendaftar. Pada halaman MOC Ikusei Shuro yang diperbarui 30 Juli 2026, Jepang mencantumkan Uzbekistan, Sri Lanka, dan Thailand; Indonesia belum tercantum pada halaman tersebut.

Bagaimana nasib peserta magang Jepang yang sudah berada di Jepang?

Peserta yang sudah berada di Jepang pada 1 April 2027 dapat mengikuti aturan transisi dan melanjutkan rencana yang telah disetujui. Mereka tidak otomatis dibatalkan hanya karena sistem Ikusei Shuro mulai berlaku.

 

Referensi: