10 Kota dengan Kualitas Hidup Terbaik di Dunia
Copenhagen menjadi kota dengan kualitas hidup terbaik di dunia menurut EIU Global Liveability Index , disusul Vienna, Melbourne, Sydney, Zurich, Geneva, Osaka, Adelaide, Vancouver, dan Tokyo. Namun, ranking liveability tidak otomatis menunjukkan peluang kerja, gaji, biaya hidup, atau kemudahan visa di setiap kota.
Copenhagen, Denmark menjadi kota dengan kualitas hidup terbaik di dunia menurut EIU Global Liveability Index. Posisi berikutnya ditempati Vienna, Melbourne, Sydney, Zurich, Geneva, Osaka, Adelaide, Vancouver, dan Tokyo.
Penilaian tersebut mengukur tingkat kelayakan huni (liveability) dan kenyamanan hidup secara umum di suatu kota, bukan secara khusus menilai besarnya peluang kerja atau kemudahan memperoleh visa. Kota dengan tingkat kelayakan huni tinggi jelas menjadi bahan pertimbangan menarik bagi calon pekerja luar negeri.
Hal ini berkaitan langsung dengan stabilitas politik, kualitas layanan kesehatan, mutu pendidikan, keandalan sistem transportasi, hingga infrastruktur umum. Meski begitu, keputusan memilih negara tujuan work abroad tetap membutuhkan analisis mendalam terhadap jalur kerja legal dan kondisi profil pribadi kamu.
Apa Itu EIU Global Liveability Index?
EIU Global Liveability Index merupakan riset tahunan dari Economist Intelligence Unit yang mengukur tingkat kelayakan huni (liveability) di 173 kota di seluruh dunia. Riset ini menilai seberapa nyaman dan stabil suatu kota untuk ditinggali berdasarkan lima kategori utama dengan skala skor akhir 1 hingga 100.
Meskipun kota-kota teratas memiliki nilai kelayakan huni yang tinggi, skor ini berfungsi sebagai gambaran kondisi lingkungan hidup secara umum, bukan jaminan keberhasilan karier. Kota dengan skor tinggi juga tidak otomatis menawarkan biaya hidup murah, gaji besar, atau persyaratan visa kerja yang mudah.
Tabel Kategori Penilaian EIU Global Liveability Index
|
Kategori |
Hal yang Dinilai |
| Stabilitas | Keamanan, kriminalitas, konflik, terorisme, dan ketertiban sosial |
| Kesehatan | Ketersediaan serta kualitas layanan kesehatan publik dan swasta |
| Budaya dan lingkungan | Cuaca, budaya, makanan, aktivitas olahraga, kebebasan sosial, dan layanan konsumen |
| Pendidikan | Ketersediaan dan kualitas pendidikan |
| Infrastruktur | Transportasi, jalan, telekomunikasi, energi, air, perumahan, dan konektivitas internasional |
aaaaa
10 Kota dengan Kualitas Hidup Terbaik di Dunia
Berikut di bawah ini data ranking dan skor 10 kota yang memiliki taraf hidup terbaik di dunia mengacu pada EIU Global Liveability Index:
| Peringkat | Kota | Negara | Skor |
| 1 | Copenhagen | Denmark | 98 |
| 2 | Vienna | Austria | 97 |
| 3 | Melbourne | Australia | 97 |
| 4 | Sydney | Australia | 97 |
| 5 | Zurich | Swiss | 96 |
| 6 | Geneva | Swiss | 96 |
| 7 | Osaka | Jepang | 96 |
| 8 | Adelaide | Australia | 96 |
| 9 | Vancouver | Kanada | 96 |
| 10 | Tokyo | Jepang | 96 |
aaaaa
1. Copenhagen, Denmark

Copenhagen menempati posisi puncak dengan skor 98 berkat keunggulan mutlak pada sektor stabilitas, pendidikan, dan infrastruktur. Kota ini menjadi pilihan tepat bagi kamu yang mengidamkan tata kota ramah lingkungan serta layanan publik super efisien.
Namun, Copenhagen tidak otomatis menjadi pilihan terbaik untuk semua tipe pekerja. Kamu tetap wajib memeriksa ketersediaan lowongan kerja, kualifikasi yang diminta, bahasa pengantar, izin kerja, serta proyeksi biaya hidup.
Untuk informasi pencarian kerja, Workindenmark merupakan layanan publik Denmark bagi kandidat internasional dan menyediakan lowongan berbahasa Inggris.
2. Vienna, Austria

Vienna mengamankan peringkat kedua dengan skor 97, didukung oleh kualitas sarana kesehatan, infrastruktur, dan pendidikan unggulan. Kota ini membuktikan bahwa keberadaan fasilitas publik mendasar berperan besar dalam menciptakan lingkungan hidup yang aman dan nyaman.
Meskipun menawarkan kenyamanan tinggi, Austria tetap menerapkan aturan ketat untuk pekerja asing. Kamu tetap perlu memverifikasi jalur visa dan izin kerja sebelum merencanakan work abroad ke kota ini.
3. Melbourne, Australia

Melbourne mengantongi skor 97 dan menempati urutan ketiga sehingga Australia menempatkan tiga kotanya sekaligus dalam daftar 10 besar dunia tahun ini. Kota ini menawarkan kombinasi menarik antara gaya hidup urban yang modern dan peluang karier internasional yang dinamis.
Australia memiliki berbagai visa yang memungkinkan pekerja terampil untuk tinggal dan bekerja, tetapi jenis visa bergantung pada pekerjaan, kualifikasi, dan jalur migrasi yang dipilih.
4. Sydney, Australia

Berada di posisi keempat dengan skor 97, Sydney terus menjadi magnet utama bagi para pekerja profesional dari mancanegara. Kota global ini menawarkan ekosistem bisnis yang cepat dan lanskap ekonomi yang kuat.
Meskipun begitu, popularitas kota ini tidak menjamin kemudahan dalam mendapatkan pekerjaan. Kamu harus selalu rajin mengecek skilled occupation list, ketersediaan sponsor perusahaan, regulasi visa terbaru, serta perhitungan realistis biaya hidup harian di Sydney.
5. Zurich, Swiss

Zurich menempati posisi kelima dengan skor 96 karena memiliki tingkat stabilitas ekonomi, standar kesehatan, pendidikan, dan fasilitas infrastruktur yang mumpuni sehingga membuat kota ini sangat diminati pekerja internasional.
Peluang kerja di Swiss sangat bergantung pada kewarganegaraan, tingkat pendidikan, pengalaman kerja, serta spesialisasi bidang profesi. Warga negara luar Uni Eropa (non-EU/EFTA) umumnya harus memenuhi kriteria khusus dan biasanya perlu memiliki kualifikasi tinggi atau pengalaman profesional yang relevan untuk bekerja di Swiss.
Baca Juga: Cara Menemukan Lowongan Kerja di Luar Negeri
6. Geneva, Swiss

Menempati peringkat keenam dengan skor 96, Geneva menjadi pusat organisasi internasional ternama dan lembaga keuangan dunia. Kota yang dikenal sebagai pusat perdamaian dunia ini menawarkan kualitas hidup luar biasa tinggi di tengah kekayaan alam yang memukau.
Namun, pasar kerja di Geneva menerapkan filter seleksi yang ketat bagi tenaga kerja asing dengan berbagai persyaratan khusus yang harus dipatuhi. Kamu harus memahami perbedaan persyaratan antara visa masuk, izin tinggal, dan izin kerja resmi agar perjalanan kariermu berjalan lancar.
7. Osaka, Jepang

Osaka mengamankan posisi ketujuh dengan skor 96 dan menjadi salah satu dari dua perwakilan kota di Jepang yang masuk ke daftar 10 besar EIU Global Liveability Index. Hal ini membuktikan keunggulan infrastruktur dan keamanan Jepang berskala internasional sebagai bagian dari Asia, tepatnya Asia Timur.
Sebagai salah satu kota terkenal di Jepang, Osaka menawarkan peluang kerja menarik melalui berbagai jalur, seperti program Tokutei Ginou (Specified Skilled Worker), jalur profesional IT, hingga sektor hospitality. Setiap jalur kerja membutuhkan tingkat kemahiran bahasa Jepang, sertifikasi keahlian, dan status izin tinggal yang spesifik.
8. Adelaide, Australia

Adelaide menempati peringkat kedelapan dengan skor 96 yang membuktikan bahwa kota ini yang terletak di luar pusat bisnis utama seperti Sydney atau Melbourne juga menyimpan standar kelayakan huni yang mumpuni.
Kota yang satu ini bisa menjadi opsi ideal jika kamu menginginkan suasana kota yang lebih tenang. Sebelum memutuskan bekerja di sini, sebaiknya bandingkan ketersediaan pekerjaan di bidang yang kamu kuasai, rasio biaya hidup, akses transportasi, serta skema visa daerah (regional visa) yang ditawarkan.
9. Vancouver, Kanada

Vancouver menjadi urutan kesembilan dengan skor 96 berkat perpaduan infrastrukturnya yang modern disertai keindahan alam yang memukau. Kota ini sangat cocok bagi kamu yang menyukai vibes keseimbangan antara dinamika kerja dan aktivitas luar ruangan.
Walaupun begitu, kamu harus memperhitungkan proyeksi biaya sewa tempat tinggal di Vancouver yang tergolong tinggi. Sebagian besar pekerja asing membutuhkan work permit resmi untuk bekerja di Kanada, baik berupa employer-specific work permit maupun open work permit, tergantung pada kualifikasi pemohon.
10. Tokyo, Jepang

Di urutan terakhir, ada Tokyo yang melengkapi daftar sepuluh besar dunia dengan skor 96. Kota megapolitan ini unggul dalam transportasi umum, layanan kesehatan, dan tingkat keamanan lingkungan yang sangat tinggi.
Jika kamu berencana bekerja di sini, kamu perlu memiliki kemampuan bahasa Jepang, sertifikasi profesi, kesiapan adaptasi budaya kerja, dan status izin kerja tetap. Untuk mempersiapkan itu semua, kamu bisa mengikuti program persiapan kerja seperti Work Abroad to Japan agar kamu siap bersaing secara profesional nantinya.
Bingung Memilih Kota dan Jalur Kerja yang Cocok?
Kota dengan kualitas hidup tinggi belum tentu menjadi pilihan terbaik untuk semua orang. Work Abroad Academy dapat membantu kamu memetakan tujuan negara, kemampuan bahasa, dokumen, pengalaman kerja, dan jalur kerja yang sesuai dengan profilmu.
Klik tombol di bawah ini dan tanyakan apa saja 👇
Apakah Kota dengan Kualitas Hidup Tinggi Otomatis Cocok untuk Kerja di Luar Negeri?
Tidak selalu. Ranking liveability hanya menunjukkan kualitas kondisi hidup secara umum, tetapi belum tentu mencerminkan peluang kerja, besaran gaji, biaya hidup, kemudahan visa, atau kecocokan kota dengan profil kamu.
Berikut di bawah ini beberapa alasan utama yang mendasari hal tersebut:
- Kebutuhan tenaga kerja tiap kota berbeda: Kota dengan kualitas hidup tinggi belum tentu membutuhkan bidang keahlian yang kamu miliki.
- Persyaratan visa ditentukan oleh pemerintah negara tujuan: Kebijakan visa ditentukan penuh oleh regulasi imigrasi pemerintah setempat, bukan oleh peringkat kelayakan huni kota.
- Gaji tinggi dapat diikuti biaya hidup yang tinggi: Kota dengan fasilitas publik luar biasa biasanya menerapkan biaya sewa hunian dan pajak yang lumayan tinggi.
- Bahasa lokal dapat menjadi syarat pekerjaan: Sejumlah profesi di kota maju tetap mensyaratkan penguasaan bahasa lokal seperti di Jepang, bukan sekadar bahasa Inggris.
- Kualifikasi dan pengalaman kerja menentukan peluang diterima: Tingkat persaingan kerja di kota-kota tersebut sangat kompetitif sehingga membutuhkan pembuktian kualifikasi yang matang.
6 Hal yang Perlu Dipertimbangkan Sebelum Memilih Negara Tujuan Kerja

1. Peluang Kerja dan Sektor yang Dibutuhkan
Sebelum memutuskan pindah, sangat disarankan untuk melakukan riset mendalam terlebih dahulu mengenai kebutuhan pasar kerja di negara tujuan. Pastikan profesi serta pengalaman kerja yang kamu miliki masuk ke dalam daftar pekerjaan yang sedang diprioritaskan. Cek juga apakah perusahaan di kota tersebut bersedia memberikan sponsor visa bagi pekerja asing.
2. Jalur Visa dan Izin Kerja
Setiap negara memiliki ketentuan visa dan izin kerja yang berbeda, jadi pastikan kamu memilih jalur yang paling realistis dengan latar belakang pendidikan dan usia kamu. Berikut penjelasan singkat mengenai berbagai perbedaan visa dan izin kerja:
- Work Visa: Izin kerja umum sesuai durasi kontrak kerja resmi.
- Employer-Sponsored Visa: Visa kerja yang ditanggung oleh perusahaan perekrut di sana.
- Skilled Worker Visa: Visa khusus tenaga ahli sesuai daftar kebutuhan negara.
- Working Holiday Visa: Visa untuk berlibur sambil bekerja secara sementara.
- Jalur Vokasi atau Apprenticeship: Program magang kerja langsung sambil belajar keahlian teknis.
- Post-Study Visa: Izin kerja bagi lulusan universitas luar negeri yang memiliki opsi kerja setelah lulus.
3. Bahasa yang Dibutuhkan
Meskipun banyak perusahaan internasional dapat menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar kerja, kamu tetap memerlukan penguasaan bahasa lokal untuk proses adaptasi dan komunikasi sehari-hari.
Selain itu, beberapa sektor pekerjaan tertentu ataupun negara tertentu tetap mensyaratkan penggunaan bahasa lokal saat bekerja, contohnya seperti Jepang. Dengan begitu, kamu juga perlu menguasai level atau tingkatan bahasa tertentu sesuai persyaratan karena tiap kota dan pekerjaan memiliki ketentuan tersendiri.
Baca Juga: 10 Negara Underrated dengan Peluang Kerja Besar untuk WNI
4. Biaya Hidup dan Potensi Penghasilan
Walaupun gaji di luar negeri umumnya jauh lebih besar dibanding Indonesia, jangan mudah tergiur oleh tawaran gaji kotor yang bernominal fantastis. Kamu wajib memperhitungkan pemotongan pajak pendapatan, iuran asuransi kesehatan, biaya sewa tempat tinggal, transportasi, serta pengeluaran makan harian secara cermat.
Hitung kembali dan bandingkan perkiraan gaji bersih dari kota-kota tujuan kamu setelah mengeliminasi seluruh pengeluaran rutin tersebut. Pastikan sisa penghasilan bersih tersebut masih sanggup memenuhi target tabungan bulanan sekaligus mengganti modal awal untuk work abroad.
5. Perlindungan dan Hak Pekerja
Hal yang tak kalah penting menjadi pertimbangan adalah regulasi dan hukum ketenagakerjaan yang berlaku di negara tujuan. Kamu wajib mempelajari secara mendalam tiap regulasi yang ada di tiap negara yang menjadi tujuan kamu.
Pastikan kamu memeriksa detail kontrak kerja, aturan jam kerja resmi, ketentuan upah lembur, cakupan asuransi kesehatan, serta mekanisme perlindungan hukum bagi pekerja migran. Pastikan juga kamu selalu menggunakan agen atau perusahaan penyalur kerja resmi yang terverifikasi legalitasnya.
6. Kesesuaian dengan Profil Pribadi
Tentukan negara tujuan kamu untuk bekerja di luar negeri sesuai dengan kondisi diri sendiri agar kamu bisa lebih maksimal saat bekerja di sana. Berikut beberapa pertimbangan penting yang perlu kamu selaraskan dengan diri kamu:
- Pendidikan.
- Sertifikasi.
- Pengalaman kerja.
- Kemampuan bahasa.
- Usia.
- Kondisi finansial.
- Kesiapan tinggal jauh dari keluarga.
Bagaimana Cara Memulai Persiapan Kerja di Luar Negeri?
Bekerja di luar negeri tentunya memerlukan persiapan yang sangat matang dan perlu dipersiapkan dari jauh-jauh hari. Kamu bisa mewujudkan rencana tersebut dengan mempersiapkan hal-hal berikut:
- Tentukan bidang pekerjaan dan negara tujuan.
- Riset kota, peluang kerja, dan persyaratan visa.
- Cek kemampuan bahasa yang dibutuhkan.
- Siapkan CV dan dokumen pendukung.
- Tingkatkan skill atau ambil sertifikasi yang relevan.
- Latihan interview kerja internasional.
- Cari lowongan melalui kanal resmi.
- Periksa kontrak kerja dan legalitas proses keberangkatan.
- Siapkan dana relokasi dan kebutuhan awal.
- Konsultasikan pilihan jalur jika masih belum yakin.
Tips Memilih Kota Tujuan Work Abroad
Memilih kota tujuan bekerja di luar negeri tentunya membutuhkan analisis menyeluruh agar sesuai dengan kualifikasi dan kondisi finansialmu. Kamu perlu mempertimbangkan berbagai faktor krusial berikut ini sebelum memutuskan negara tempat tinggal dan berkarier di masa depan:
- Jangan memilih hanya berdasarkan ranking.
- Bandingkan kualitas hidup dengan biaya hidup.
- Cari tahu apakah bidang pekerjaanmu dibutuhkan.
- Periksa bahasa kerja di perusahaan tujuan.
- Pastikan jalur visa sesuai dengan profil.
- Cek hak dan perlindungan pekerja.
- Pertimbangkan kota alternatif dengan peluang kerja yang lebih realistis.
- Gunakan ranking EIU sebagai referensi awal, bukan keputusan akhir.
Mulai Persiapan Kerja ke Luar Negeri dengan Jalur yang Tepat
Memilih kota tujuan kerja bukan hanya soal ranking. Kamu juga perlu memahami pekerjaan yang tersedia, persyaratan bahasa, dokumen, visa, dan kesiapan diri. Work Abroad Academy membantu mempersiapkan bahasa, dokumen, CV, interview, serta rencana jalur kerja sesuai negara tujuan dan background kamu.
FAQ
Apa kota dengan kualitas hidup terbaik di dunia pada 2026?
Menurut EIU Global Liveability Index 2026, Copenhagen di Denmark menempati peringkat pertama dengan skor 98. Vienna berada di posisi kedua, disusul Melbourne dan Sydney.
Apa saja kota dengan kualitas hidup terbaik di dunia?
Sepuluh kota teratas adalah Copenhagen, Vienna, Melbourne, Sydney, Zurich, Geneva, Osaka, Adelaide, Vancouver, dan Tokyo.
Apakah kota paling layak huni juga menjadi kota terbaik untuk kerja?
Belum tentu. Ranking EIU mengukur kualitas hidup, bukan secara khusus peluang kerja, gaji, biaya hidup, atau kemudahan memperoleh visa.
Apa faktor yang perlu dipertimbangkan sebelum memilih negara tujuan kerja?
Pertimbangkan peluang kerja, visa, bahasa, gaji bersih, biaya hidup, perlindungan pekerja, dan kesesuaian pekerjaan dengan profilmu.
Apakah Melbourne dan Sydney cocok untuk pekerja asing?
Keduanya dapat menjadi pilihan yang perlu dipertimbangkan, tetapi kecocokan bergantung pada pekerjaan, kualifikasi, kemampuan bahasa, dan jalur visa yang tersedia.
Apakah Tokyo dan Osaka terbuka untuk pekerja asing?
Jepang memiliki berbagai jalur kerja untuk tenaga asing, tetapi persyaratan berbeda berdasarkan jenis pekerjaan, kemampuan bahasa, sertifikasi, dan status izin tinggal.
Apakah kualitas hidup tinggi berarti biaya hidupnya murah?
Tidak. Kota dengan fasilitas publik dan kualitas hidup tinggi dapat memiliki biaya hidup yang tinggi. Pembaca perlu membandingkan gaji bersih dengan pengeluaran bulanan.
Referensi:
- “EIU Global Liveability Index 2026”. EIU. Diakses pada 25 Agustus 2026.
- “Working in Australia”. Department of Home Affairs, Australian Government. Diakses pada 25 Agustus 2026.
- “Work in Canada Temporarily”. Immigration, Refugees and Citizenship Canada. Diakses pada 25 Agustus 2026.
- “Working in Switzerland”. State Secretariat for Migration Switzerland. Diakses pada 25 Agustus 2026.
- “Workindenmark”. Danish Agency for Labour Market and Recruitment. Diakses pada 25 Agustus 2026.
- “10 Negara Underrated dengan Peluang Kerja Besar untuk WNI”. WorkAbroad.id. Diakses pada 25 Agustus 2026.
- “Cara Menemukan Lowongan Kerja di Luar Negeri”. WorkAbroad.id. Diakses pada 25 Agustus 2026.



