Cara Menghitung Gaji di Jepang
Seiring dengan jalinan kerja sama Indonesia dan Jepang di bidang ketenagakerjaan, kini warga Indonesia dapat bekerja di Jepang lewat jalur resmi. Gaji kerja di Jepang sering menjadi daya tarik utama bagi para pekerja Indonesia. Namun, banyak orang masih bingung mengenai perbedaan antara gaji kotor dan gaji bersih. Dalam sistem penggajian Jepang, nominal yang tertulis di kontrak belum tentu sama dengan uang yang diterima di rekening setiap bulan.
Apa Itu Gaji Kotor dan Gaji Bersih di Jepang?
Gaji kotor atau gross salary adalah gaji sebelum dipotong pajak dan asuransi. Dalam bahasa Jepang disebut 支給額 (Shikyūgaku). Nominal inilah yang biasanya tercantum di kontrak kerja. Sementara itu, gaji bersih atau take home pay disebut 手取り (Tedori), yaitu uang yang benar-benar diterima pekerja setelah dipotong berbagai kewajiban.
Tak jarang, banyak PMI kaget ketika menerima slip gaji pertama karena jumlah yang diterima lebih kecil dari kontrak. Hal ini normal karena potongan wajib di Jepang cukup besar. Secara umum, gaji bersih lebih kecil sekitar 15–25% dari gaji kotor. Hal tersebut terjadi karena adanya berbagai potongan wajib yang harus dibayarkan pekerja setiap bulan. Potongan tersebut meliputi pajak penghasilan (所得税 / Shotokuzei), pajak penduduk (住民税 / Jūminzei), asuransi kesehatan (健康保険 / Kenko Hoken), dana pensiun (厚生年金 / Kosei Nenkin), dan asuransi ketenagakerjaan (雇用保険 / Koyo Hoken).
Sistem jaminan sosial di Jepang memang sangat kuat sehingga sebagian gaji pekerja digunakan untuk perlindungan kesehatan, pensiun, hingga tunjangan pengangguran. Oleh karena itu, nominal yang tercantum di kontrak kerja merupakan gaji kotor sebelum dipotong, sedangkan uang yang benar-benar masuk ke rekening adalah gaji bersih atau take home pay.
Ingin mempersiapkan karier di luar negeri sejak dini dengan jalur yang terarah?
Mulailah langkahmu melalui program Work Abroad Academy! Dapatkan bimbingan bahasa, persiapan dokumen, dan akses ke jalur resmi untuk bekerja dan belajar di luar negeri.
Komponen Pendapatan dalam Gaji Jepang
Komponen utama gaji disebut 基本給 (Kihonkyū) atau gaji pokok. Nilai ini menjadi dasar perhitungan bonus dan lembur. Selain itu terdapat berbagai tunjangan atau 手当 (Teate), seperti tunjangan transportasi, makan, keluarga, dan perumahan. Besaran dan jenis tunjangan bisa berbeda tergantung perusahaan, prefektur, jenis visa kerja, dan kebijakan tempat kerja.
Berikut beberapa tunjangan yang paling umum diterima pekerja asing di Jepang beserta kisaran nominal dan syaratnya.
1. Tunjangan Transportasi (通勤手当 / Tsūkin Teate)
Tunjangan ini diberikan untuk biaya perjalanan dari tempat tinggal ke tempat kerja, terutama bagi pekerja yang menggunakan kereta atau bus. Kisaran besaran tunjangan ini adalah ¥5.000–30.000 per bulan. Karyawan harus memiliki alamt tempat tinggal yang terdaftar, menggunakan transport umum atau kendaraan pribadi yang disetujui perusahaan, atau menyerahkan bukti rute perjalanan atau kartu transport.
2. Tunjangan Makan (食事手当 / Shokuji Teate)
Beberapa perusahaan membantu biaya makan pekerja, terutama di sektor pabrik dan kaigo. Tak jarang perusahaan menyediakan makan gratis atau kantin murah. Syarat menerima tunjangan ini adalah hadir kerja sesuai jumlah hari minimum dan biasanya hanya diberikan untuk pekerja full-time.
3. Tunjangan Perumahan (住宅手当 / Jūtaku Teate)
Tunjangan ini membantu biaya sewa tempat tinggal pekerja. Tak jarang tunjangan ini berupa subsidi langsung terhadap biaya apartemen atau asrama. Banyak perusahaan Jepang juga menyediakan asrama perusahaan dengan biaya jauh lebih murah dibanding menyewa apartemen sendiri. Sayangnya, tidak semua perusahaan memberikan tunjangan perumahan ini.
4. Tunjangan Keluarga (家族手当 / Kazoku Teate)
Diberikan kepada pekerja yang sudah menikah atau memiliki tanggungan keluarga. Tunjangan ini berkisar ¥5.000–15.000 untuk pasangan dan ¥3.000–10.000 per anak (jika mempunyai). Namun, perlu diperhatikan bahwa tidak semua visa kerja memungkinkan membawa keluarga.
5. Tunjangan Shift Malam (夜勤手当 / Yakin Teate)
Diberikan kepada pekerja yang bekerja malam hari, terutama di pabrik dan rumah sakit. Kisaran besarannya berbeda-beda di tiap perusahaan, mulai dari ¥1.000–3.000 per shift malam. Syaratnya adalah bekerja antara pukul 22.00–05.00 atau mengikuti jadwal shift resmi perusahaan.
6. Tunjangan Lembur (残業手当 / Zangyō Teate)
Tunjangan ini diberikan jika jam kerja melebihi jam normal. Tarif lembur umumnya berkisar 125% dari gaji harian pokok. Jumlahnya bisa berubah di hari libur menjadi 135% atau larut malam sebanyak 125-150%. Syaratnya adalah lembur harus disetujui perusahaan dan dicatat dalam sistem absensi kerja.
Baca Juga: 7 Negara dengan Tarif PPh Terendah, Bikin Gaji Tetap Aman!
Cara Menghitung Gaji Bersih di Jepang
Umumnya, Hunters bisa menggunakan rumus ini untuk menentukan gaji bersih di Jepang.
Gaji Bersih = Gaji Kotor – Pajak – Asuransi – Potongan Lainnya.
Biaya Hidup di Jepang
Setelah menerima gaji, pekerja perlu mengatur biaya hidup. Sewa asrama perusahaan biasanya sekitar ¥20.000–40.000, sedangkan apartemen pribadi bisa lebih mahal. Biaya makan sekitar ¥20.000–40.000 tergantung kebiasaan memasak atau makan di luar. Transportasi dapat mencapai ¥0–15.000, meskipun banyak perusahaan memberi tunjangan transport.
Estimasi biaya hidup bulanan:
- Sewa: ¥20.000–60.000
- Makan: ¥20.000–40.000
- Transport: ¥0–15.000
- Internet: ¥3.000–5.000
- Lain-lain: ¥10.000–20.000
Agar dapat menabung dengan maksimal selama bekerja di Jepang, sebaiknya kamu membuat target tabungan bulanan sejak awal. Misalnya, menyisihkan 20%, 30%, bahkan hingga 50% dari gaji bersih setiap bulan sesuai kemampuan masing-masing. Dengan adanya target yang jelas, pengeluaran dapat lebih terkontrol dan kamu tidak mudah menghabiskan gaji untuk kebutuhan yang kurang penting. Selain itu, memanfaatkan asrama perusahaan (jika ada) membantu menghemat biaya hidup karena biaya sewa asrama biasanya jauh lebih murah dibanding menyewa apartemen pribadi di Jepang.
Pekerja juga disarankan untuk mengurangi pengeluaran konsumtif seperti terlalu sering makan di luar, belanja barang tidak penting, atau traveling berlebihan. Salah satu cara efektif agar tabungan tidak terpakai adalah menggunakan rekening terpisah khusus tabungan. Dengan begitu, uang yang disisihkan tidak tercampur dengan uang kebutuhan sehari-hari. Selain itu, pengiriman uang ke Indonesia sebaiknya menggunakan layanan remittance yang memiliki biaya transfer rendah dan kurs yang lebih menguntungkan agar uang yang dikirim ke keluarga dapat diterima lebih maksimal.
FAQ Seputar Gaji Jepang
Apakah gaji di Jepang sudah dipotong pajak?
→ Ya, sebagian besar perusahaan langsung memotong pajak dan asuransi dari gaji.
Berapa gaji bersih Tokutei Ginou?
→ Rata-rata sekitar ¥150.000–220.000 tergantung sektor dan daerah.
Kenapa gaji tahun kedua lebih kecil?
→ Karena mulai ada potongan pajak penduduk atau Juminzei.
Apakah dana pensiun Jepang bisa dicairkan?
→ Bisa, melalui program Lump Sum Withdrawal setelah kembali ke Indonesia.
Berapa gaji minimum di Jepang?
→ Setiap prefektur memiliki upah minimum yang berbeda-beda. Misalnya, upah minimum di Tokyo adalah ± ¥204.000, di Osaka adalah ± ¥196.000, di Aichi adalah ± ¥189.000, dan di Fukuoka adalah ± ¥174.000.
Ingin mulai karier profesional di luar negeri tapi bingung harus mulai dari mana?
WorkAbroad Academy by Schoters hadir untuk membimbingmu dari tahap persiapan hingga berhasil bekerja di negara tujuan seperti Jepang, Jerman, atau Korea. Melalui program ini, kamu akan mendapatkan:
- Pelatihan bahasa asing,
- Panduan penyusunan CV dan dokumen kerja sesuai standar internasional,
- Pendampingan intensif menghadapi proses wawancara dengan perusahaan luar negeri.
Setiap peserta juga akan memperoleh arahan karier yang dipersonalisasi sesuai latar belakang pendidikan dan minat, sehingga peluang lolos kerja semakin besar.
Program ini dirancang fleksibel dengan pilihan kelas online maupun offline, biaya terjangkau mulai dari Rp5 jutaan, dan bisa dicicil.
Jika kamu ingin mewujudkan impian bekerja di luar negeri dengan bimbingan profesional dan sistem yang teruji, WorkAbroad Academy adalah langkah awal terbaikmu.
Yuk, mulai perjalanan karier globalmu sekarang dengan bergabung di WorkAbroad Academy by Schoters!
Referensi:
“Japan Salary Structure: Pay, Allowances & Bonuses | AQ Partners Blog”. aqpartners.jp. Diakses 26 Mei 2026
“Overtime in Japan Explained: Laws, Pay Rates, and Fixed Overtime (Minashi Zangyou) | TokyoDev”. tokyodev.com. Diakses 26 Mei 2026



