Berapa Gaji UMR di Korea untuk Lulusan SMA/SMK dan Sarjana?

Upah minimum di Korea Selatan menjadi salah satu informasi yang paling banyak dicari oleh calon pekerja Indonesia, khususnya lulusan SMA/SMK yang ingin bekerja melalui program resmi pemerintah. Negara ini dikenal memiliki standar upah yang tinggi, perlindungan tenaga kerja yang baik, serta peluang lembur yang dapat meningkatkan pendapatan bulanan. Sebelum memutuskan bekerja di Korea Selatan, Hunters harus tahu sistem upah minimum, rata-rata gaji, biaya hidup, serta faktor-faktor yang memengaruhi besarnya penghasilan!

 

Upah Minimum Korea Selatan

Upah minimum atau minimum wage adalah batas gaji terendah yang wajib dibayarkan perusahaan kepada pekerja. Pemerintah Korea Selatan menetapkan upah minimum secara nasional sehingga berlaku untuk seluruh wilayah negara. Korea Selatan menetapkan upah minimum ₩10.320 per jam atau ₩2.156.880 per bulan berdasarkan 209 jam kerja per bulan. Jumlah jam kerja Korea Selatan per hari pun dibatasi hingga 8 jam kerja. Di luar itu, perusahaan wajib memberikan upah lembur.

Berbeda dengan Indonesia yang menggunakan sistem UMP atau UMK yang berbeda di setiap kabupaten/kota, Korea Selatan menerapkan satu standar upah minimum nasional. Artinya, pekerja di Seoul, Busan, Incheon, maupun kota lainnya memperoleh standar minimum yang sama. Ketentuan ini berlaku bagi warga Korea, pekerja asing, pekerja kontrak, dan pekerja paruh waktu.

Banyak pekerja menerima gaji yang jauh lebih tinggi karena pengalaman kerja, jabatan, tunjangan, dan lembur. Secara nasional, rata-rata gaji pekerja di Korea Selatan berada pada kisaran 3,8–4,2 juta won per bulan. Tentu saja, angka ini tergantung dengan jenis dan tingkatan profesinya. Kamu juga bisa mengecek median gaji sebagai indikator kondisi pekerja. Median dianggap lebih relevan karena menunjukkan titik tengah pendapatan pekerja dan tidak terlalu dipengaruhi oleh kelompok dengan penghasilan sangat tinggi.

 

Rentang Gaji di Korea Selatan

Meskipun upah minimum yang ditetapkan sebesar 2,1 juta won, pekerja tetap mendapat gaji lebih daripada itu. Besarnya gaji dipengaruhi oleh tingkat pendidikan, pengalaman kerja, lokasi kerja, kemampuan bahasa Korea, serta industri dan posisi pekerjaan. Apa saja yang membedakan rentang gaji di Korea Selatan?

 

1. Berdasarkan Jenjang Pendidikan

Lulusan SMA/SMK dapat bekerja di Korea Selatan melalui program Employment Permit System (EPS). Program ini membuka peluang kerja pada sektor manufaktur, pertanian, perikanan, dan konstruksi. Jalur ini menjadi salah satu yang paling banyak digunakan oleh PMI karena prosesnya resmi dan diawasi pemerintah. Selain sektor tersebut, kamu juga bisa mendaftar di sektor lain, seperti hospitality dan medis sebagai perawat sosial atau perawat lansia.

 

 

Baca Juga: Lulusan SMK Kerja di Korea? Ini Syarat, Gaji, & Cara Daftarnya!

 

 

Gaji yang diterima melalui program ini berbeda-beda, tergantung pada posisi dan sektornya. Pada sektor manufaktur dan pertanian, gaji umumnya berada pada kisaran ₩2,1–3 juta per bulan. Sektor perikanan dapat mencapai ₩2,3–3,5 juta per bulan, sedangkan konstruksi berkisar ₩2,5–4 juta per bulan. Lulusan sarjana umumnya memperoleh penghasilan lebih tinggi dibandingkan lulusan SMA/SMK. Pemegang gelar S1 memiliki rata-rata pendapatan sekitar KRW 35,1 juta per tahun atau sekitar KRW 2,9–3 juta per bulan pada awal karier. Setelah memiliki pengalaman kerja, penghasilan dapat meningkat menjadi KRW 3,5–5 juta per bulan atau lebih.

 

2. Berdasarkan Kota

Meskipun upah minimum sama di seluruh wilayah, rata-rata gaji dapat berbeda. Seoul memiliki rata-rata gaji sekitar KRW 4,36 juta per bulan, Busan sekitar KRW 4,29 juta per bulan, dan Incheon sekitar KRW 4,21 juta per bulan. Kota besar biasanya menawarkan lebih banyak pekerjaan dengan gaji tinggi, tetapi biaya hidupnya juga lebih mahal.

 

3. Berdasarkan Sektor Pekerjaan

Sektor teknologi informasi (IT) termasuk yang menawarkan gaji tertinggi. Selain itu, bidang engineering, akuntansi dan keuangan, serta konstruksi juga memberikan kompensasi yang kompetitif. Sementara itu, guru dan tenaga pendidikan umumnya memiliki gaji yang lebih rendah dibandingkan sektor teknologi dan teknik.

 

Ingin mempersiapkan karier di luar negeri sejak dini dengan jalur yang terarah?

Mulailah langkahmu melalui program Work Abroad Academy! Dapatkan bimbingan bahasa, persiapan dokumen, dan akses ke jalur resmi untuk bekerja dan belajar di luar negeri.

UMR Korea - Berapa Gaji UMR di Korea untuk Lulusan SMA/SMK dan Sarjana?

 

 

Gaji Netto di Korea Selatan

Gaji yang tercantum dalam kontrak kerja bukanlah jumlah yang diterima sepenuhnya. Oleh karena itu, gaji netto akan lebih rendah daripada gaji bruto yang diterima. Apa saja potongan wajib gaji di Korea Selatan?

 

1. Pajak Penghasilan

Korea Selatan menerapkan sistem pajak penghasilan progresif. Pada tahun 2026, tarif pajak penghasilan nasional berkisar antara 6% hingga 45%, kemudian ditambah pajak daerah sebesar 10% dari jumlah pajak nasional yang dibayarkan. Untuk pekerja asing, Korea juga menyediakan opsi tarif pajak tetap (flat tax) sebesar 19% atau sekitar 20,9% setelah ditambah pajak daerah, dengan syarat tertentu.

 

2. Asuransi Kesehatan

Asuransi kesehatan nasional atau National Health Insurance (NHI) merupakan program yang membantu menanggung biaya pengobatan, rawat inap, pemeriksaan kesehatan, rehabilitasi, hingga layanan medis lainnya. Berdasarkan data resmi, tarif total asuransi kesehatan sekitar 7–8% dari gaji, sehingga pekerja biasanya menanggung sekitar 3,5–4% dari penghasilannya.

 

3. Dana Pensiun

Secara umum, pekerja dan perusahaan sama-sama membayar iuran pensiun. Berdasarkan ketentuan terbaru, total kontribusi sekitar 9–9,5% dari gaji, dengan pekerja menanggung sekitar 4,5–4,75% dan perusahaan membayar jumlah yang sama. Bagi pekerja asing, kepesertaan dana pensiun bergantung pada perjanjian sosial antara Korea Selatan dan negara asal pekerja.

 

4. Asuransi Ketenagakerjaan

Employment Insurance berfungsi sebagai perlindungan ketika pekerja kehilangan pekerjaan sekaligus mendukung pelatihan keterampilan dan pengembangan tenaga kerja. Iuran pekerja umumnya sekitar 0,9% dari gaji bulanan.

 

Biaya Hidup di Korea Selatan

Biaya hidup rata-rata berada pada kisaran ₩1.000.000–₩1.800.000 per bulan, tergantung dengan kota dan gaya hidup. Harga properti di Seoul lebih mahal daripada kota lain sehingga pengeluaran akan lebih banyak. Untuk hunian goshiwon (kos), biaya sewanya sekitar ₩150.000–₩600.000 per bulan. Sementara itu, one room atau apartemen satu kamar umumnya berada pada kisaran ₩400.000–₩1.500.000 per bulan.

Untuk makan dan kebutuhan sehari-hari, satu porsi makanan di restoran sederhana biasanya berkisar ₩7.800–₩15.000, sedangkan makanan cepat saji sekitar ₩7.200–₩9.500. Biaya transportasi umum di Korea Selatan relatif terjangkau dan efisien. Tarif bus atau kereta berkisar ₩1.200–₩1.700, atau sekitar ₩55.000–₩90.000 per bulan.

Untuk apartemen ukuran sedang, biaya utilitas dasar biasanya sekitar ₩150.000–₩340.000 per bulan. Biaya internet rumah berkisar ₩20.000–₩45.000 per bulan, sedangkan paket telepon dan internet seluler sekitar ₩30.000–₩75.000 per bulan.

 

Apakah Gaji di Korea Cukup untuk Menabung?

Secara umum, gaji di Korea Selatan cukup memungkinkan untuk menabung, terutama bagi pekerja yang memperoleh fasilitas tempat tinggal dari perusahaan atau mampu mengelola pengeluaran dengan baik. Meskipun terdapat potongan seperti pajak penghasilan, asuransi kesehatan, dana pensiun, dan asuransi ketenagakerjaan, besarnya gaji yang diterima masih relatif tinggi dibandingkan rata-rata biaya hidup.

Misalnya, seorang pekerja manufaktur dengan gaji ₩2,8 juta dan biaya hidup ₩1,2 juta berpotensi menabung sekitar ₩1,6 juta per bulan. Sementara itu, seorang sarjana yang bekerja di Seoul dengan gaji ₩4 juta dan biaya hidup ₩1,8 juta masih dapat menabung sekitar ₩2,2 juta per bulan. Hal ini menunjukkan bahwa Korea Selatan masih menjadi salah satu negara dengan peluang menabung yang cukup baik bagi pekerja asing.

 

Ingin mulai karier profesional di luar negeri tapi bingung harus mulai dari mana? 

WorkAbroad Academy by Schoters hadir untuk membimbingmu dari tahap persiapan hingga berhasil bekerja di negara tujuan seperti Jepang, Jerman, atau Korea. Melalui program ini, kamu akan mendapatkan:

 

  • Pelatihan bahasa asing,
  • Panduan penyusunan CV dan dokumen kerja sesuai standar internasional,
  • Pendampingan intensif menghadapi proses wawancara dengan perusahaan luar negeri.

 

Setiap peserta juga akan memperoleh arahan karier yang dipersonalisasi sesuai latar belakang pendidikan dan minat, sehingga peluang lolos kerja semakin besar.

Program ini dirancang fleksibel dengan pilihan kelas online maupun offline, biaya terjangkau mulai dari Rp5 jutaan, dan bisa dicicil.

Jika kamu ingin mewujudkan impian bekerja di luar negeri dengan bimbingan profesional dan sistem yang teruji, WorkAbroad Academy adalah langkah awal terbaikmu.

 

Yuk, mulai perjalanan karier globalmu sekarang dengan bergabung di WorkAbroad Academy by Schoters!

 

UMR Korea - Berapa Gaji UMR di Korea untuk Lulusan SMA/SMK dan Sarjana?

 

 

Referensi:

“Detailed Breakdown Of Average Salary in South Korea: 2025-26 Guide – Leverage Edu Learn”. leverageedu.com. Diakses 27 Mei 2026

“Minimum Wage Council Republic of Korea”. minimumwage.go.kr. Diakses 27 Mei 2026

“Notice of Minimum wage for 2026 > Seoul Foreign Portal > News > FAQ”. global.seoul.go.kr. Diakses 27 Mei 2026

“Total Upah Korea Selatan”. id.tradingeconomics.com. Diakses 27 Mei 2026

“Employment-related Insurances – Seoul Metropolitan Government”. english.seoul.go.kr. Diakses 27 Mei 2026