Kerja di Inggris: Peluang, Syarat, dan Skill yang Wajib Dimiliki

Inggris menjadi salah satu negara tujuan kerja paling populer bagi tenaga kerja internasional, termasuk warga negara Indonesia. Sebagai salah satu negara dengan ekonomi terbesar di dunia, Inggris menawarkan peluang kerja yang luas di berbagai sektor, mulai dari teknologi, kesehatan, pendidikan, hingga hospitality. Selain itu, standar gaji yang tinggi, lingkungan kerja profesional, serta kesempatan membangun karier internasional membuat banyak orang tertarik bekerja di negara ini.

Bagi warga negara Indonesia, bekerja di Inggris bukan hanya memberikan penghasilan yang lebih baik, tetapi juga pengalaman hidup dan kerja di lingkungan global. Banyak perusahaan multinasional berbasis di Inggris membuka peluang bagi tenaga kerja asing yang memiliki keterampilan dan pengalaman sesuai kebutuhan industri.


Mengapa Harus Kerja di Inggris?

Inggris memiliki ekonomi maju, lingkungan kerja multikultural, serta peluang karier internasional yang besar. Kota seperti London dikenal sebagai pusat bisnis dan keuangan dunia. Selain itu, pengalaman kerja di Inggris sangat dihargai secara global dan dapat meningkatkan prospek karier jangka panjang.

 

Prospek Karier di Inggris
Inggris masih mengalami kekurangan tenaga kerja pada beberapa sektor penting sehingga membuka peluang besar bagi pekerja asing, termasuk warga negara Indonesia. Pemerintah Inggris bahkan memasukkan sejumlah profesi ke dalam kategori shortage occupation atau pekerjaan yang sangat dibutuhkan.

 

1. Tenaga Medis Profesional

Sektor kesehatan menjadi salah satu bidang dengan kebutuhan tenaga kerja tertinggi di Inggris. Rumah sakit, klinik, dan lembaga kesehatan di Inggris masih kekurangan tenaga medis profesional, terutama pada bidang tertentu seperti perawat, paramedis, dan tenaga ICU neonatal. Untuk bekerja di sektor kesehatan, pekerja asing biasanya menggunakan Health and Care Worker Visa. Visa ini berlaku hingga 5 tahun dan dapat diperpanjang atau digunakan untuk mengajukan izin tinggal permanen di Inggris.

Kisaran gaji tenaga medis di Inggris berkisar GBP28.000–45.000 per tahun (sekitar Rp616 juta–Rp990 juta) untuk perawat dan GBP70.000 per tahun untuk dokter spesialis.

 

2. Software Developer

Bidang teknologi informasi juga mengalami kekurangan tenaga kerja di Inggris. Profesi software developer menjadi salah satu pekerjaan dengan permintaan tertinggi seiring berkembangnya industri digital, video game, animasi, dan teknologi komputer grafis. Posisi yang banyak dibutuhkan meliputi Software Developer, Game Designer, Animator 2D/3D, hingga Visual Effects Artist. Pekerja asing pada bidang ini umumnya menggunakan Skilled Worker Visa (sebelumnya Tier 2 Work Visa).

Kisaran gaji software developer di Inggris adalah GBP 35.000–80.000 per tahun (sekitar Rp770 juta–Rp1,7 miliar), tergantung dengan kemampuan yang dimiliki.

 

3. Chef dan Hospitality

Industri hospitality di Inggris juga membutuhkan banyak tenaga kerja, terutama chef profesional dan pekerja restoran. Tingginya jumlah restoran internasional, hotel, serta sektor pariwisata membuat permintaan tenaga kerja di bidang ini terus meningkat. Posisi yang banyak dibutuhkan adalah Chef, Sous Chef, Hotel Staff, dan Housekeeping. Banyak restoran dan hotel di Inggris membuka peluang bagi pekerja asing yang memiliki pengalaman kerja dan keterampilan memasak internasional. Gaji untuk posisi ini berkisar dari GBP 24.000–40.000 per tahun (sekitar Rp528 juta–Rp880 juta), atau menyesuaikan kemampuan yang dimiliki.

 

4. Pekerja Sosial

Inggris juga membutuhkan banyak pekerja sosial profesional, khususnya yang menangani anak-anak dan keluarga. Profesi ini termasuk salah satu pekerjaan yang mengalami kekurangan tenaga kerja dalam beberapa tahun terakhir. Untuk bekerja sebagai pekerja sosial di Inggris, pelamar biasanya harus memiliki sertifikat pekerja sosial profesional, transkrip akademik, bukti pelatihan profesional, dan sertifikasi pelatihan dari lembaga resmi.

Kisaran gaji pekerja sosial di Inggris GBP 21.500–77.850 per tahun (sekitar Rp473 juta–Rp1,7 miliar), tergantung pengalaman dan posisi kerja.

 

Syarat Kerja di Inggris untuk Warga Negara Indonesia

 

1. Visa Kerja

Warga negara Indonesia wajib memiliki visa kerja untuk bekerja secara legal di Inggris. Jenis visa yang umum digunakan antara lain:

 

Skilled Worker Visa

Skilled Worker Visa adalah visa kerja utama di Inggris yang ditujukan bagi tenaga kerja asing yang telah memperoleh tawaran pekerjaan dari perusahaan Inggris yang memiliki izin sponsor resmi dari pemerintah. Visa ini biasanya digunakan untuk profesi profesional seperti software developer, engineer, analis data, guru, dan pekerja bisnis lainnya. Pemegang visa ini dapat tinggal dan bekerja di Inggris dalam jangka waktu tertentu serta berpeluang mengajukan permanent residency setelah memenuhi syarat tertentu.

 

Health and Care Worker Visa

Health and Care Worker Visa merupakan jenis visa khusus untuk tenaga kesehatan dan pekerja sosial yang bekerja di sektor kesehatan Inggris, termasuk National Health Service (NHS), rumah sakit, klinik, dan lembaga perawatan sosial. Visa ini diperuntukkan bagi profesi seperti dokter, perawat, caregiver, fisioterapis, dan pekerja sosial profesional. Dibandingkan dengan visa kerja biasa, visa ini memiliki biaya aplikasi lebih rendah dan proses yang lebih cepat.

 

Graduate Route Visa

Graduate Route Visa adalah visa yang diberikan kepada mahasiswa internasional yang telah menyelesaikan pendidikan di universitas Inggris. Visa ini memungkinkan lulusan internasional untuk tinggal dan mencari pekerjaan di Inggris tanpa perlu sponsor kerja langsung. Umumnya, visa berlaku selama 2 tahun untuk lulusan sarjana dan magister, serta 3 tahun untuk lulusan doktoral. Visa ini sering dimanfaatkan mahasiswa internasional untuk membangun pengalaman kerja setelah lulus kuliah di Inggris.

 

Innovator Visa

Innovator Founder Visa merupakan visa bagi individu yang ingin membangun bisnis inovatif di Inggris. Visa ini ditujukan untuk pengusaha yang memiliki ide bisnis baru, berbeda, dan berpotensi berkembang di pasar Inggris. Pelamar harus memperoleh endorsement dari lembaga resmi yang diakui pemerintah Inggris sebelum mengajukan visa. Visa ini cocok bagi entrepreneur, startup founder, dan pebisnis internasional yang ingin mengembangkan usaha di Inggris.

Untuk memperoleh visa kerja, pekerja biasanya harus memiliki sponsor dari perusahaan atau institusi di Inggris.

 

 

Baca Juga: Visa Kerja: Pengertian, Syarat, hingga Biaya Pembuatannya

 

 

2. Kemampuan Bahasa Inggris

Kemampuan bahasa Inggris menjadi syarat penting. Pemerintah Inggris umumnya meminta bukti kemampuan bahasa melalui tes IELTS. Standar minimum skor IELTS berbeda-beda tergantung visa yang akan digunakan. Untuk Skilled Worker Visa, Hunters memerlukan IELTS setara CEFR level B1 (sekitar IELTS 4.0). Sementara itu, untuk Innovator Visa, kamu membutuhkan CEFR level B2 (sekitar IELTS 5.5).

 

3. Kualifikasi dan Pengalaman Kerja

Perusahaan di Inggris sangat memperhatikan pengalaman kerja dan kompetensi profesional kandidat. Bahkan untuk fresh graduate, pengalaman magang, freelance, organisasi, dan proyek kampus tetap dianggap bernilai. Dokumen yang umumnya diperlukan paspor aktif, visa kerja, Certificate of Sponsorship (pernyataan bahwa kamu sudah diterima di perusahaan Inggris), rekening bank lokal Inggris, nomor asuransi nasional Inggris, dan dokumen izin tinggal.

 

4. Sertifikasi Tambahan

Beberapa profesi membutuhkan sertifikasi tambahan sesuai bidang kerja, misalnya lisensi tenaga kesehatan, sertifikasi pekerja sosial, sertifikasi engineering, atau sertifikasi IT profesional.

 

Ingin mempersiapkan karier di luar negeri sejak dini dengan jalur yang terarah?

Mulailah langkahmu melalui program Work Abroad Academy! Dapatkan bimbingan bahasa, persiapan dokumen, dan akses ke jalur resmi untuk bekerja dan belajar di luar negeri.

Kerja di Inggris - Kerja di Swedia: Peluang, Syarat, dan Skill yang Wajib Dimiliki

 

 

Biaya Hidup di Inggris

Biaya hidup di Inggris tergolong cukup tinggi, terutama di kota besar seperti London, Manchester, dan Birmingham. Pengeluaran terbesar biasanya berasal dari biaya sewa tempat tinggal. Untuk apartemen kecil, biaya sewa dapat mencapai sekitar GBP 800–2.000 per bulan atau sekitar Rp17 juta–Rp43 juta tergantung lokasi. Selain itu, kebutuhan transportasi umum berkisar GBP 70–200 per bulan (sekitar Rp1,5 juta–Rp4,3 juta), sedangkan biaya makan dan kebutuhan harian rata-rata mencapai GBP 250–500 per bulan (sekitar Rp5,4 juta–Rp10,8 juta). Pengeluaran internet dan utilitas seperti listrik, air, dan gas biasanya berkisar GBP 100–250 per bulan (sekitar Rp2,1 juta–Rp5,4 juta).

Meskipun biaya hidup cukup tinggi, rata-rata upah pekerja di Inggris juga relatif besar. Berdasarkan data Office for National Statistics (ONS), rata-rata gaji pekerja penuh waktu di Inggris berada di kisaran GBP 2.500–4.000 per bulan setelah pajak, tergantung profesi dan pengalaman kerja. Pekerja sektor teknologi, kesehatan, dan engineering bahkan dapat memperoleh penghasilan lebih tinggi. Dengan demikian, sebagian besar pekerja tetap mampu memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, terutama jika bekerja di sektor profesional dengan gaji kompetitif.

 

Perlindungan Tenaga Kerja dan Asuransi di Inggris

Pemerintah Inggris memiliki sistem perlindungan tenaga kerja yang cukup kuat, termasuk bagi pekerja imigran yang bekerja secara legal. Semua pekerja, baik warga lokal maupun tenaga kerja asing, memiliki hak yang dilindungi oleh hukum ketenagakerjaan Inggris. Perlindungan tersebut mencakup upah minimum nasional, batas jam kerja, hak cuti tahunan berbayar, perlindungan kesehatan dan keselamatan kerja, serta perlindungan dari diskriminasi di tempat kerja.

Pekerja imigran yang bekerja secara legal juga dapat memperoleh akses terhadap National Insurance (NI), yaitu sistem asuransi sosial Inggris yang digunakan untuk mendukung layanan kesehatan, pensiun negara, tunjangan pengangguran, dan tunjangan sakit tertentu. Setiap pekerja yang membayar kontribusi National Insurance biasanya akan mendapatkan National Insurance Number (NIN). Selain itu, banyak perusahaan di Inggris menyediakan employer insurance atau asuransi kerja tambahan yang mencakup perlindungan kecelakaan kerja, tunjangan kesehatan swasta, dan dukungan kesehatan mental bagi karyawan.

Untuk sektor kesehatan seperti NHS, pekerja asing sering memperoleh manfaat tambahan berupa dukungan relokasi, bantuan akomodasi awal, hingga pelatihan kerja. Pemerintah Inggris juga memiliki aturan ketat terkait keselamatan kerja yang diawasi oleh Health and Safety Executive (HSE), sehingga perusahaan wajib menjaga kondisi kerja yang aman bagi seluruh pekerja.

 

Ingin mulai karier profesional di luar negeri tapi bingung harus mulai dari mana? 

WorkAbroad Academy by Schoters hadir untuk membimbingmu dari tahap persiapan hingga berhasil bekerja di negara tujuan seperti Jepang, Jerman, atau Korea. Melalui program ini, kamu akan mendapatkan:

 

  • Pelatihan bahasa asing,
  • Panduan penyusunan CV dan dokumen kerja sesuai standar internasional,
  • Pendampingan intensif menghadapi proses wawancara dengan perusahaan luar negeri.

 

Setiap peserta juga akan memperoleh arahan karier yang dipersonalisasi sesuai latar belakang pendidikan dan minat, sehingga peluang lolos kerja semakin besar.

Program ini dirancang fleksibel dengan pilihan kelas online maupun offline, biaya terjangkau mulai dari Rp5 jutaan, dan bisa dicicil.

Jika kamu ingin mewujudkan impian bekerja di luar negeri dengan bimbingan profesional dan sistem yang teruji, WorkAbroad Academy adalah langkah awal terbaikmu.

 

Yuk, mulai perjalanan karier globalmu sekarang dengan bergabung di WorkAbroad Academy by Schoters!

 

Kerja di Inggris - Kerja di Swedia: Peluang, Syarat, dan Skill yang Wajib Dimiliki


Sumber:
“Skilled Worker visa”. gov.uk. Diakses 12 Mei 2026

“Employment status: Worker – GOV.UK”.  gov.uk. Diakses 13 Mei 2026

“Right at Work”. citizensadvice.org.uk. Diakses 13 Mei 2026