10 Jenis Berkas Lamaran Kerja yang Diminta Perusahaan

Bekerja tidak hanya membutuhkan skill, tetapi juga membutuhkan kesiapan. Salah satu bentuk kesiapan bekerja adalah menyusun berkas lamaran kerja. Sebenarnya, apa itu berkas lamaran kerja?

Berkas lamaran kerja adalah dokumen yang diminta oleh perusahaan untuk dikirimkan oleh pelamar. Setiap perusahaan memiliki peraturan dan permintaan berkas lamaran pekerjaan yang berbeda-beda. Sebelum melamar kerja, kamu harus tau apa saja berkas lamaran kerja dan cara membuatnya.

 

1. Surat Lamaran Kerja

Surat lamaran kerja, atau sering disebut sebagai cover letter, adalah pengantar singkat untuk memperkenalkan diri sekaligus mengutarakan ketertarikan melamar di posisi yang dituju. Sebagian perusahaan mewajibkan pelamar untuk membuat surat lamaran kerja. Tujuannya adalah agar para rekruter dapat menimbang alasan dan kompetensimu di posisi terkait.

Ada beberapa hal yang harus kamu cantumkan dalam surat lamaran kerja, yaitu

 

  1. salam pembuka;
  2. identitas dan tujuan menulis surat;
  3. latar belakang pendidikan;
  4. keterampilan yang dimiliki;
  5. pengalaman kerja atau magang (bisa juga organisasi dan sukarelawan);
  6. alasan melamar posisi tersebut;
  7. kontak yang dapat dihubungi; dan
  8. salam penutup.

 

2. Curriculum Vitae (CV)

Curriculum viae adalah dokumen yang memuat dat diri, riwayat pendidikan, pengalaman kerja dan magang, serta informasi lain untuk melamar kerja. Informasi lain yang dimaksud adalah kemampuan dan spesialisasi yang ditekuni (Adobe Illustrator, bahasa Prancis, atau JavaScript). Iistilah lain dari curriculum vitae adalah daftar riwayat hidup. CV adalah berkas lamaran yang pasti diminta oleh perusahaan.

Sama seperti surat lamaran kerja, kamu juga harus mencantumkan kontak untuk mempermudah rekruter untuk menghubungimu.

Saat ini, ada beragam template CV yang bisa kamu buat. Salah satu di antaranya adalah CV dengan format applicant tracking system (ATS). CV model ini sering digunakan oleh perusahaan untuk menyaring pelamar sesuai dengan yang mereka harapkan.

 

 

Baca Juga: Cara Membuat CV ATS-friendly & Contoh Template Gratisnya!

 

 

3. Kartu Identitas

Kartu identitas umumnya berupa Kartu Tanda Penduduk (KTP) atau Kartu Keluarga (KK). Untuk pelamar yang merupakan warga negara asing, kamu dapat mengirimkan Kartu Izin Tinggal Terbatas (KITAS) dan paspor.

Penting untuk ditekankan bahwa KTP dan KK adalah dokumen yang bersifat sangat pribadi. Artinya, data dalam dokumen tersebut tidak boleh diberikan kepada orang asing, termasuk perusahaan. Apabila perusahaan meminta fotokopi KTP, kamu harus memastikan bahwa perusahaan tersebut legal dan bukan loker fiktif. Kamu tidak perlu melampirkan KTP jika tidak diminta.

Risiko dari penyebaran KTP dan KK adalah penyalahgunaan data diri, misalnya untuk mendaftar pinjaman daring atau pemalsuan identitas.

 

4. Surat Keterangan Catatan Kepolisian

Surat Keterangan Catatan Kepolisian atau SKCK adalah surat yang menunjukkan bahwa kamu tidak memiliki catatan kriminal berdasarkan data kepolisian. Biasanya, SKCK dibutuhkan untuk mendaftar pekerjaan di instansi pemerintah, seperti PNS atau BUMN. Namun, ada juga perusahaan swasta yang mewajibkan SKCK. Kamu dapat mengurus SKCK di kantor polisi setempat.

 

5. Surat Keterangan Kesehatan

Surat keterangan kesehatan adalah dokumen dari dokter atau fasilitas kesehatan yang menyatakan bahwa pelamar sehat secara jasmani dan rohani. Surat keterangan sehat dapat dibuat di puskesmas, klinik, atau rumah sakit. Pengecekan kesehatan berupa pemeriksaan tinggi badan, tekanan darah, penglihatan, pendengaran, tes urine, hingga psikologi (jika diperlukan). Biasanya, surat keterangan sehat dilampirkan di awal pendaftaran. Namun, ada juga perusahaan yang melakukan tes kesehatan di akhir pendaftaran, setelah lolos wawancara.

 

6. Ijazah dan Transkrip Nilai

Ijazah dan transkrip nilai dibutuhkan untuk membuktikan bahwa kamu benar-benar menempuh pendidikan formal sesuai dengan yang disebutkan di CV. Beberapa perusahaan juga meminta transkrip nilai untuk membuktikan nilai akademik yang kamu miliki. Namun, kamu harus berhati-hati dengan perusahaan yang menahan ijazah pelamarnya. Hanya lampirkan fotokopi ijazah dan transkrip nilai terakhir, bukan yang asli.

 

7. Pas Foto Terbaru

Beberapa lowongan kerja meminta pelamarnya untuk melampirkan pas foto terbaru. Pas foto bersifat formal dan rapi, tidak boleh sembarangan. Kamu bisa menyesuaikan latar merah, putih, atau biru sesuai dengan permintaan perusahan. Pastikan foto yang kamu ambil jelas, tidak berubah dari kondisi sekarang, dan rapi.

 

8. Sertifikat atau Piagam

Sertifikat dapat kamu lampirkan dalam berkas lamaran kerja sebagai bukti bahwa kamu telah menempuh dan menguasai keahlian tertentu. Kamu dapat melampirkan sertifikat kebahasaan (TOEFL, DELF, UKBI), sertifikat kursus, dan sertifikat lainnya yang berhubungan dengan pekerjaan. Sertifikat dapat menambah valuemu di mata rekruter.

 

9. Portofolio

Portofolio adalah dokumen yang berisi riwayat, pencapaian, dan karyamu selama bekerja. Apabila kamu bekerja di bidang teknologi atau kreatif, portofolio sangat dipertimbangkan oleh rekruter. Portofolio membuktikan bahwa kamu telah mampu membuat sesuatu dan bertanggung jawab di perusahaan sebelumnya. Kamu juga bisa mencantumkan portofolio dari pengalaman magang dan organisasi.

 

10. Surat Rekomendasi

Beberapa rekruter memerlukan surat rekomendasi dari atasan perusahaanmu sebelumnya. Surat rekomendasi dibutuhkan untuk mengetahui kinerjamu di perusahaan sebelumnya, serta sebagai bukti bahwa kamu benar-benar bekerja di sana. Bagi kamu yang belum memiliki pengalaman kerja, kamu dapat meminta surat rekomendasi dari mentor magang atau ketua/kepala organisasi. 

Nah, itulah 10 berkas lamaran kerja yang bisa kamu persiapkan sebelum melamar. Ketika melamar, pastikan bahwa lowongan pekerjaan yang kamu tuju bukan lowongan fiktif.

 

Ingin mulai karier profesional di luar negeri tapi bingung harus mulai dari mana? 

WorkAbroad Academy by Schoters hadir untuk membimbingmu dari tahap persiapan hingga berhasil bekerja di negara tujuan seperti Jepang, Jerman, atau Korea. Melalui program ini, kamu akan mendapatkan:

 

  • Pelatihan bahasa asing,
  • Panduan penyusunan CV dan dokumen kerja sesuai standar internasional,
  • Pendampingan intensif menghadapi proses wawancara dengan perusahaan luar negeri.

 

Setiap peserta juga akan memperoleh arahan karier yang dipersonalisasi sesuai latar belakang pendidikan dan minat, sehingga peluang lolos kerja semakin besar.

Program ini dirancang fleksibel dengan pilihan kelas online maupun offline, biaya terjangkau mulai dari Rp5 jutaan, dan bisa dicicil.

Jika kamu ingin mewujudkan impian bekerja di luar negeri dengan bimbingan profesional dan sistem yang teruji, WorkAbroad Academy adalah langkah awal terbaikmu.

 

Yuk, mulai perjalanan karier globalmu sekarang dengan bergabung di WorkAbroad Academy by Schoters!

 

Jenis Berkas Lamaran Kerja - 10 Jenis Berkas Lamaran Kerja yang Diminta Perusahaan

Referensi:

Urutan 8 Berkas Lamaran Kerja yang Umum Diminta Perusahaan. blog.skillacademy.com. Diakses pada 12 Januari 2026.