Kerja di Jepang: Peluang, Syarat, dan Skill yang Wajib Dimiliki

Setiap tahunnya, Indonesia menyalurkan ribuan tenaga kerja ke luar negeri, atau yang dikenal dengan sebutan Tenaga Kerja Indonesia (TKI). Indonesia mengirimkan TKI ke negara-negara yang sudah bekerja sama, seperti Taiwan, Singapura, Malaysia, dan juga Jepang. Negeri Sakura menjadi salah satu tujuan populer TKI akhir-akhir ini. Namun, tahukah kamu pekerjaan apa saja yang bisa dilakukan di Jepang?

Simak ulasannya sampai habis, ya, Hunters!

 

Peluang Kerja di Jepang untuk Orang Indonesia

 

1. Sektor Pertanian

Bidang pertanian menjadi salah satu sektor yang menyerap tenaga kerja terbesar. Sektor pertanian di Jepang berkembang dengan baik berkat dukungan teknologi. Sayangnya, sektor pertanian di Jepang masih sepi peminat. Pekerjaan ini biasanya dilakukan di pedesaan, jauh dari hiruk-pikuk kota. Selain bertani, para petani di Jepang juga melakukan pemeliharaan hewan ternak, seperti sapi dan unggas.

Pekerjaan di sektor pertanian biasanya ditempatkan di wilayah utara Jepang, seperti Hokkaido, Tohoku, dan Shizuoka. Sektor ini bisa menjadi pilihan bagi tenaga kerja Indonesia yang ingin bekerja di Jepang. Sebagai petani di Jepang, umumnya pendapatan bulanan berkisar antara 150.000—250.000 yen (sekitar Rp15—25 juta).

 

2. Sektor Kesehatan

Bidang kesehatan menjadi salah sektor yang paling banyak dilamar oleh tenaga kerja dari Indonesia, terutama untuk posisi perawat. Biasanya, perawat yang dibutuhkan adalah perawat dan pengasuh lansia. Tak jarang perusahaan juga membutuhkan perawat untuk ditempatkan di rumah sakit.

Perawat lansia bertugas untuk mengurus dan mengontrol kesehatan para lansia, mulai dari memastikan konsumsi obat teratur, membantu membersihkan diri, hingga menemani terapi. Sementara itu, perawat rumah sakit bertugas untuk merawat pasien yang berada di rumah sakit, tidak hanya lansia saja. Gaji perawat dan perawat lansia di Jepang berkisar antara 180.000—400.000 yen per bulan (sekitar Rp18—40 juta).

 

3. Sektor Manufaktur

Sebagai negara dunia pertama yang terkenal dengan kemajuan teknologinya, sektor manufaktur Jepang membutuhkan banyak tenaga kerja. Jepang menjadi salah satu negara yang memiliki kemajuan di sektor industri, khususnya teknik dan permesinan.

Tenaga kerja akan ditempatkan pabrik-pabrik sebagai staf operasional. Kategori pekerja manufaktur dibagi menjadi dua, yaitu pekerja magang (Ginou Jisshu) dan pekerja terampil (Tokutei Ginou/Specified Skilled Worker). Pekerja terampil berpotensi mendapatkan gaji lebih tinggi, yaitu 180.000—300.000 yen (sekitar Rp18—30 juta).

 

Syarat Melamar Kerja di Jepang untuk Orang Indonesia

Ada beberapa syarat yang harus dipenuhi jika kamu berminat bekerja di Jepang. Simak penjelasannya berikut, ya, Hunters!

 

1. Fasih Berbahasa Jepang

Kemampuan berbahasa menjadi salah satu aspek penting sebelum bekerja di Jepang. Mahir berbahasa Jepang saat berada di perantauan akan memudahkan komunikasi di tempat kerja dan masyarakat. Kamu bisa belajar bahasa Jepang melalui internet atau mengikuti kursus bahasa Jepang, baik daring maupun luring.

 

2. Riwayat Pendidikan

Lowongan kerja di Jepang umumnya tidak mensyaratkan tingkat pendidikan tertentu, tetapi tingkat pendidikan berpengaruh terhadap jenis pekerjaan dan tingkatan dalam pekerjaan yang akan kamu dapat. Umumnya, tingkat pendidikan minimal untuk bekerja di Jepang adalah tamatan SMA/sederajat. Namun, ada juga beberapa posisi teknis yang membutuhkan tenaga kerja lulusan D3/D4/S1.

 

3. Medical Check-Up

Syarat yang tak kalah penting adalah lulus tes kesehatan. Tes kesehatan atau medical check-up yang harus dilakukan meliputi rontgen, cek darah, tes urine, dan tes bebas dari penyakit menular. Tes kesehatan dapat berbeda-beda di setiap perusahaan.

 

 

Baca juga: 10 Lowongan Pekerjaan Populer di Jepang

 

 

Skill yang Dibutuhkan untuk Kerja di Jepang

Selain memenuhi syarat administratif, kamu juga harus memiliki beberapa keterampilan penting agar dapat bekerja dengan baik di Jepang.

Beberapa skill yang biasanya dibutuhkan antara lain:

 

1. Kemampuan Bahasa Jepang

Kemampuan bahasa Jepang sangat penting karena sebagian besar komunikasi di tempat kerja menggunakan bahasa Jepang. Biasanya perusahaan meminta kemampuan minimal setara dengan JLPT N4 atau N3, tergantung pada jenis pekerjaan. Beberapa perusahaan mensyaratkan tingkatan yang lebih tinggi untuk posisi profesional.

 

2. Disiplin dan Etos Kerja Tinggi

Budaya kerja di Jepang dikenal sangat disiplin dan menghargai waktu. Pekerja diharapkan datang tepat waktu dan menyelesaikan pekerjaan dengan baik. Selain itu, etos kerja yang tinggi juga dibutuhkan supaya kamu dapat bekerja secara optimal.

 

3. Ketelitian dan Tanggung Jawab

Perusahaan Jepang dikenal sangat memperhatikan kualitas pekerjaan. Pekerja diharapkan teliti dalam menjalankan tugas dan bertanggung jawab terhadap pekerjaannya. Ketidaktelitian dapat berdampak buruk bagi perusahaan ke depannya, mengingat perusahaan Jepang sangat ketat terkait keamanan dan kelayakan.

 

Cara Mendaftar Kerja di Jepang

Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk melamar pekerjaan di Jepang. Inilah beberapa jalur yang umum digunakan oleh tenaga kerja Indonesia.

 

1. Melalui Program Pemerintah

Pemerintah Indonesia telah bekerja sama dengan pemerintah Jepang dalam rangka memenuhi kebutuhan dan penyerapan sumber daya manusia. Program kerja sama tersebut disebut dengan G to G (Government to Government). Program ini merupakan jalur resmi yang bergerak di sektor kesehatan dan dikelola oleh BP2MI.

 

2. Melamar Langsung ke perusahaan Jepang

Bagi tenaga kerja profesional, melamar langsung ke perusahaan Jepang juga menjadi salah satu pilihan. Cara ini biasanya dilakukan melalui situs lowongan kerja internasional atau jaringan profesional.

 

Ingin mulai karier profesional di luar negeri tapi bingung harus mulai dari mana? 

WorkAbroad Academy by Schoters hadir untuk membimbingmu dari tahap persiapan hingga berhasil bekerja di negara tujuan seperti Jepang, Jerman, atau Korea. Melalui program ini, kamu akan mendapatkan:

 

  • Pelatihan bahasa asing,
  • Panduan penyusunan CV dan dokumen kerja sesuai standar internasional,
  • Pendampingan intensif menghadapi proses wawancara dengan perusahaan luar negeri.

 

Setiap peserta juga akan memperoleh arahan karier yang dipersonalisasi sesuai latar belakang pendidikan dan minat, sehingga peluang lolos kerja semakin besar.

Program ini dirancang fleksibel dengan pilihan kelas online maupun offline, biaya terjangkau mulai dari Rp5 jutaan, dan bisa dicicil.

Jika kamu ingin mewujudkan impian bekerja di luar negeri dengan bimbingan profesional dan sistem yang teruji, WorkAbroad Academy adalah langkah awal terbaikmu.

Yuk, mulai perjalanan karier globalmu sekarang dengan bergabung di WorkAbroad Academy by Schoters!

 

Kerja Jepang - Kerja di Jepang: Peluang, Syarat, dan Skill yang Wajib Dimiliki